Normalnya, baby di kandungan sudah masuk ke panggul ibu sejak usia kehamilan 36 minggu. Pada saat itu, baby Narel belum turun ke panggul. Dokter Lusiane, dokter kandungan di RS Panti Rapih bilang semoga minggu depan udah masuk panggul. Minggu berikutnya, di usia kehamilan 37 minggu aku kotrol ke dokter lagi & setelah dicek ternyata baby Narel belum masuk panggul π Mamaku bilang aku kurang jalan (kalau senam hamil sih sejak minggu ke 35 aku rutin melakukannya min seminggu sekali di RS Panti Rapih). Mulailah sejak itu setiap pagi aku bela-belain jalan keliling komplek (baca : keliling kampung). Seminggu kemudian, aku kembali kontrol ke dokter Lusi dan harap-harap cemas semoga baby Narel sudah masuk ke panggul.
Hari itu, tanggal 16 November 2016, aku telah memasuki usia kehamilan 38 minggu & jadwalku untuk menemui dokter Lusi. Daan,, saat di USG, ternyata si debay masih bandel belum mau turun panggul. Dokter Lusi sempat memastikan lagi, ini mau lahir normal kan? Jawabku, ya! *dengan yakin* Dokter pun bilang, "Oke, tunggu sampai minggu ke 40 ya, semoga debay sudah masuk panggul & bisa proses persalinan normal. Kalau belum, kita tetap bisa coba persalinan normal dan jika gagal, kita akan lakukan operasi caesar emergency." Deg! Pikirku, jika persalinan normal gagal, harus caesar?? Huhuhuuu...
Sepulang dari kontrol, aku pun bertekad untuk lebih rajin jalan-jalan & senam hamil di rumah, supaya baby Narel segera bisa turun ke panggul & tinggal tunggu launchingnya aja :) Keesokan hari nya, aku bangun pagi dan nyempetin buat jalan pagi keliling komplek (padahal malemnya sempat keluar flek berwarna coklat dan dari tengah malem sampai subuh gak bisa tidur karena hampir 1 jam sekali perut rasanya kencang, mules, dan pengen ke toilet mulu. Pikirku, oh ini yang namanya kontraksi palsu). Setelah jalan pagi, aku bersiap pergi ke RS Panti Rapih untuk ikut senam hamil. FYI, di kehamilan 38 minggu ini, aku masih nyetir sendiri. Kepepet, karena suami gak ada :)
Oh iya, Kamis pagi itu, aku juga sempat keluar flek berwarna coklat lagi. Saat senam hamil, aku pun bertanya pada suster tentang flek coklat tersebut. Katanya, kalau tanda persalinan itu, fleknya berwarna pink, bukan coklat. Baiklah! Lalu aku pun khawatir, apa artinya flek coklat itu? Jangan-jangan ada sesuatu pada janinku huhuu. Duh maklum ya mom, belom pernah hamil :D Pas juga di hari itu baby Narel sangat adem ayem di perut, jarang nendang & sekalinya nendang super pelan. Kata suster yang memandu senam hamil, mungkin kurang asupan dari bunda nya. Akhirnya, setelah senam akupun beli jus & roti untuk menambah asupan, berharap baby Narel kembali aktif di perut.
Nah, gak ada angin gak ada hujan, siang hari nya, sekitar pukul 14.00, aku merasakan kontraksi yang lebih sakit dibanding biasanya. Namun saat itu aku berpikir hanya kontraksi palsu, karena datangnya sekitar 1-2 jam sekali. Malam harinya, sekitar pukul 19.00 aku merasakan kontraksi yang cukup konsisten, sekitar 5-10 menit sekali. Perasaanku pun langsung gak enak, secara bapaknya masih di luar kota. Jangan sampai si debay lahir gak ditemenin bapaknya. Dan juga, kami baru berencana maternity shoot di minggu depannya hehehe.
Sekitar pk 20.00 kontraksi pun makin hebat & saat aku ke toilet, ternyata telah muncul lendir tebal dengan darah berwarna merah muda. Karena kali ini adalah pengalaman pertamaku hamil, aku bener-bener gak tau apakah ini bertanda persalinan makin dekat atau enggak. Aku langsung bangunin mama yang baru aja mulai tidur & ngajak ke RS Panti Rapih untuk cek, ini kontraksi palsu atau asliπ
Sesampainya di RS, pihak IGD langsung membawa aku ke ruang bersalin, karena begitu sampai RS, ketubanku pecah. Jam 21.00 aku sampai ke ruang bersalin & udah pembukaan 3 ternyata. Akhirnya aku standby di ruang bersalin bersiap untuk proses persalinan & mama yang mondar-mandir ngurus administrasi π
Aku pun disuruh berbaring sama suster nunggu bukaan selanjutnya, sendirian. Mama ngurus administrasi, suster ninggalin aku gak tau kemana. Gak lama, kontraksiku pun makin menjadi-jadi. Aku minta dicek & ternyata sudah pembukaan 5. Selang beberapa menit dokter pun datang & waktu dicek, ternyata aku ssudah siap untuk proses persalinan. Dengan bantuan dokter & perawat, juga dukungan mama yang menemani aku sepanjang proses persalinan di ruang bersalin, akhirnya baby Narel lahir juga pada pk 23.08. Proses yang cukup cepat. Akupun bersyukur pada Tuhan atas kelancaran ini. Dan, oeeek... oeeek..oeeeek... Bener banget kata orang-orang, tangisan baby yang kita lahirkan dari dalam rahim kita bener-bener menghapus kelelahan selama proses melahirkan. Terima kasih Tuhan!
Dari yang 1 hari sebelumnya diinfokan bahwa baby Narel belum masuk panggul, ternyata gak lama kemudian baby Narel lahir dengan sehat & normal π
Sekarang, saatnya menjalankan amanah menjadi seorang Ibu, semoga aku bisa memberikan yang terbaik untuk Narel.
Hari itu, tanggal 16 November 2016, aku telah memasuki usia kehamilan 38 minggu & jadwalku untuk menemui dokter Lusi. Daan,, saat di USG, ternyata si debay masih bandel belum mau turun panggul. Dokter Lusi sempat memastikan lagi, ini mau lahir normal kan? Jawabku, ya! *dengan yakin* Dokter pun bilang, "Oke, tunggu sampai minggu ke 40 ya, semoga debay sudah masuk panggul & bisa proses persalinan normal. Kalau belum, kita tetap bisa coba persalinan normal dan jika gagal, kita akan lakukan operasi caesar emergency." Deg! Pikirku, jika persalinan normal gagal, harus caesar?? Huhuhuuu...
Sepulang dari kontrol, aku pun bertekad untuk lebih rajin jalan-jalan & senam hamil di rumah, supaya baby Narel segera bisa turun ke panggul & tinggal tunggu launchingnya aja :) Keesokan hari nya, aku bangun pagi dan nyempetin buat jalan pagi keliling komplek (padahal malemnya sempat keluar flek berwarna coklat dan dari tengah malem sampai subuh gak bisa tidur karena hampir 1 jam sekali perut rasanya kencang, mules, dan pengen ke toilet mulu. Pikirku, oh ini yang namanya kontraksi palsu). Setelah jalan pagi, aku bersiap pergi ke RS Panti Rapih untuk ikut senam hamil. FYI, di kehamilan 38 minggu ini, aku masih nyetir sendiri. Kepepet, karena suami gak ada :)
Oh iya, Kamis pagi itu, aku juga sempat keluar flek berwarna coklat lagi. Saat senam hamil, aku pun bertanya pada suster tentang flek coklat tersebut. Katanya, kalau tanda persalinan itu, fleknya berwarna pink, bukan coklat. Baiklah! Lalu aku pun khawatir, apa artinya flek coklat itu? Jangan-jangan ada sesuatu pada janinku huhuu. Duh maklum ya mom, belom pernah hamil :D Pas juga di hari itu baby Narel sangat adem ayem di perut, jarang nendang & sekalinya nendang super pelan. Kata suster yang memandu senam hamil, mungkin kurang asupan dari bunda nya. Akhirnya, setelah senam akupun beli jus & roti untuk menambah asupan, berharap baby Narel kembali aktif di perut.
Nah, gak ada angin gak ada hujan, siang hari nya, sekitar pukul 14.00, aku merasakan kontraksi yang lebih sakit dibanding biasanya. Namun saat itu aku berpikir hanya kontraksi palsu, karena datangnya sekitar 1-2 jam sekali. Malam harinya, sekitar pukul 19.00 aku merasakan kontraksi yang cukup konsisten, sekitar 5-10 menit sekali. Perasaanku pun langsung gak enak, secara bapaknya masih di luar kota. Jangan sampai si debay lahir gak ditemenin bapaknya. Dan juga, kami baru berencana maternity shoot di minggu depannya hehehe.
Sekitar pk 20.00 kontraksi pun makin hebat & saat aku ke toilet, ternyata telah muncul lendir tebal dengan darah berwarna merah muda. Karena kali ini adalah pengalaman pertamaku hamil, aku bener-bener gak tau apakah ini bertanda persalinan makin dekat atau enggak. Aku langsung bangunin mama yang baru aja mulai tidur & ngajak ke RS Panti Rapih untuk cek, ini kontraksi palsu atau asliπ
Sesampainya di RS, pihak IGD langsung membawa aku ke ruang bersalin, karena begitu sampai RS, ketubanku pecah. Jam 21.00 aku sampai ke ruang bersalin & udah pembukaan 3 ternyata. Akhirnya aku standby di ruang bersalin bersiap untuk proses persalinan & mama yang mondar-mandir ngurus administrasi π
Aku pun disuruh berbaring sama suster nunggu bukaan selanjutnya, sendirian. Mama ngurus administrasi, suster ninggalin aku gak tau kemana. Gak lama, kontraksiku pun makin menjadi-jadi. Aku minta dicek & ternyata sudah pembukaan 5. Selang beberapa menit dokter pun datang & waktu dicek, ternyata aku ssudah siap untuk proses persalinan. Dengan bantuan dokter & perawat, juga dukungan mama yang menemani aku sepanjang proses persalinan di ruang bersalin, akhirnya baby Narel lahir juga pada pk 23.08. Proses yang cukup cepat. Akupun bersyukur pada Tuhan atas kelancaran ini. Dan, oeeek... oeeek..oeeeek... Bener banget kata orang-orang, tangisan baby yang kita lahirkan dari dalam rahim kita bener-bener menghapus kelelahan selama proses melahirkan. Terima kasih Tuhan!
Dari yang 1 hari sebelumnya diinfokan bahwa baby Narel belum masuk panggul, ternyata gak lama kemudian baby Narel lahir dengan sehat & normal π
Sekarang, saatnya menjalankan amanah menjadi seorang Ibu, semoga aku bisa memberikan yang terbaik untuk Narel.
Komentar
Posting Komentar